Welcome!

I am Fajar Nur Azizi Graphics Designer

View Work Hire Me!

About Me

Web Design
Branding
Development
Who am i

John Doe.

Professional Web Designer

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora.

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora torquent metus metus ullamcorper vel tincidunt sed class aptent taciti sociosqu ad litora .

Services

Web Design

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Our Blog

Tampilkan postingan dengan label Alat dan Bahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat dan Bahan. Tampilkan semua postingan

Pengukuran jarak


Jarak antara 2 titik adalah panjang garis lurus yang menghubungkan kedeua titik tertentu. Dalam ilmu ukur tanah ada 2 macam jarak yaitu jarak miring (perhitungan Volume), dan jarak datar (perhitungan /  pembuatan Peta).

Macam-macam cara pengukuran jarak :
          a.       Cara sederhana : Langsung, Tak langsung.
          b.      Menggungakan alat : Optis, Otomatis.

Pengukuran Jarak Cara Sederhana
Pada metode ini tidak di perlukan perhitungan khusus. Jika Jarak < dari panjang pita ukur, maka cara mengukurnya yaitu :
1.       Pasang patok pada titik-titik yang akan di ukur
2.       Lalu kemudian ukurlah jarak kedua titik tersebut
Tetapi Jika di temukan Jarak > dari panjang pita ukur, maka akan dilakukan beberapa perhitungan, cara yang bisa dilakukan adalah :
Alat                           : Pita ukur, Yalon, Patok
Cara mengukur    :
a.       Pasang patok pada titik yang akan di ukur
b.      Buat garis lurus dengan cara memeasang patok diantara kedua titik tersebut dengan jarak tidak melebihi panjang ita ukur.
c.       Jika di temukan penghalang diantara kedua titik yang akan di ukur ataupun kedua titik yang akan di ukur tidak dapat di capai, maka cara yang dapat dilakukan yaitu :
-        Buat garis bantu AC dan ukur
-        Buat garis CD (tegak lurus garis CA/ membentuk siku-siku) dan ukur
-        Buat garis AE (Tegak lurus garis CA dan sejajar dengan garis CD)
-        Lalu buatlah 2 buah segitiga yang sebangun dan lalu bandingkanlah keduanya menggunakan rumus perbandingan.



Pengukuran jarak menggunakan alat

Alat yang di gunakan dalam pengukuran jarak terbagi menjadi 2 jenis yaitu alat Optis dan alat Otomatis (digital).
Dalam penggunaannya kita perlu mengetahui bagaimana cara-cara yang baik dan benar, alat-alat yang akan di gunakan dalam pengukuran sebelumnya haruslah sudah melalui penyetelan dengan benar.
Penggunaan alat optis, dalam penggunaannya berikut ini adalah gambaran yang akan tampak ketika kita mengeker dengan alat optis

Alat optis ini dibantu dengan alat ukur bernama “Baak ukur”. Hasil pengukuran didapatkan dari hasil pembacaan benang silang yaitu batas atas, batas bawah, dan batas tengah. Rumus penghitungan jarak adalah sebagai berikut :
 

AB = (b.a – b.b) x 100

Dengan :
AB = Jarak yang akan diukur
b.a = Batas atas
b.b = Batas bawah

FORKLIFT

Sometimes called a forklift truck, the forklift is a powerful industrial truck that is used to lift and transport material by steel forks that are inserted under the load. Forklifts are commonly used to move loads and equipment that is stored on pallets. The forklift was developed in 1920, and has since become a valuable piece of equipment in many manufacturing and warehousing operations.

Types of Forklifts
The most common type of design with forklifts is the counter balance. Other types of designs include the reach truck and side loader, both of which are used in environments where the space is at a minimum.

Control and capability
Forklifts are available in many types and different load capacities. In the average warehouse setting,most forklifts have load capacities of around five tons. Along with the control to raise and lower the forks, you can also tilt the mast to compensate for the tendency of the load to angle the blades towards the ground and risk slipping it off the forks. The tilt will also provide a limited ability to operate on ground that isn’t level.There are some variations that allow you to move the forks and backrest laterally, which allows easier placement of a load. In addition to this, there are some machines that offer hydraulic control to move the forks together or further apart, which removes the need for you to get out of the cab to manually adjust for a different size load.
Another forklift variation that is sometimes used in manufacturing facilities, will utilize forklifts with a clamp attachment that you can open and close around a load, instead of having to use forks. Products such as boxes, cartons, etc., can be moved with the clamp attachment.

Safety
Forklifts are rated for loads at a specified maximum weight and a specified forward type center of gravity. All of this information is located on a nameplate that is provided by the manufacturer and the loads cannot exceed these specifications. One of the most important aspects of operating a forklift is the rear wheel steering. Even though this helps to increase maneuverability in tight cornering situations, it differs from the traditional experience of a driver with other wheeled vehicles as there is no caster action. Another critical aspect of the forklift is the instability. Both the forklift and the load must be considered a unit, with a varying center of gravity with every movement of the load.You must never negotiate a turn with a forklift at full speed with a raised load, as this can easily tip the forklift over.

FRONT LOADER

Also known as a front end loader, bucket loader, scoop loader, or shovel, the front loader is a type of tractor that is normally wheeled and uses a wide square tilting bucket on the end of movable arms to lift and move material around.The loader assembly may be a removable attachment or permanently mounted on the vehicle. Often times, the bucket can be replaced with other devices or tools, such as forks or a hydraulically operated bucket.
Larger style front loaders, such as the Caterpillar 950G or the Volvo L120E, normally have only a front bucket and are known as front loaders, where the small front loaders are often times equipped with a small backhoe as well and called backhoe loaders or loader backhoes.Loaders are primarily used for loading materials into trucks, laying pipe, clearing rubble, and also digging. Loaders aren’t the most efficient machines for digging, as they can’t dig very deep below the level of their wheels, like the backhoe can.
The deep bucket on the front loader can normally store around 3 – 6 cubic meters of dirt, as the bucket capacity of the loader is much bigger than the bucket capacity of a backhoe loader. Loaders aren’t classified as excavating machinery, as their primary purpose is other than moving dirt.In construction areas, mainly when fixing roads in the middle of the city, front loaders are used to transport building materials such as pipe, bricks, metal bars, and digging tools. Front loaders are also very useful for snow removal as well, as you can use their bucket or as a snow plow. They can clear snow from the streets and highways, even parking lots.They will sometimes load the snow into dump trucks which will then haul it away.
Unlike the bulldozer, most loaders are wheeled and not tracked. The wheels will provide better mobility and speed and won’t damage paved roads near as much as tracks, although this will come at the cost of reduced traction. Unlike backhoes or tractors fitted with a steel bucket, large loaders don’t use automotive steering mechanisms, as they instead steer by a hydraulically actuated pivot point set exactly between the front and rear axles.This is known as articulated steering and will allow the front axle to be solid, therefore allowing it to carry a heavier weight.
Articulated steering will also give a reduced turn in radius for a given wheelbase. With the
front wheels and attachment rotating on the same axis, the operator is able to steer his load in an arc after positioning the machine, which can come in quite handy. The problem is that when the machine is twisted to one side and a heavy load is lifted high in the air, it has a bigger risk of turning over.

Batu Bata dan AAC HEBEL

BATU BATA
Bahan baku batu bata adalah tanah liat atau tanah lempung yang telah dibersihkan dari kerikil dan batu-batu lainnya. Tanah ini banyak ditemui di sekitar kita. Itulah salah satu penyebab, batu bata mudah didapatkan. Adakalanya, kita melihat batu bata yang warna dan tingkat kekerasannya berbeda. Perbedaan ini disebabkan  perbedaan bahan baku tanah yang digunakan serta perbedaan teknik pembakaran yang diterapkan.


Secara umum, ada 2 jenis batu bata, yaitu:
  • Batu bata konvensional

Batu bata ini dibuat dengan cara tradisional dan menggunakan alat-alat yang sederhana. Tanah liat atau tanah lempung yang telah dibersihkan, diberi sedikit air dan selanjutnya dicetak menjadi bentuk kotak-kotak. Cetakan batu bata biasanya terbuat dari kayu yang secara sederhana dibuat menjadi kotak. Adonan yang telah dicetak, dikeluarkan dan dijemur di bawah matahari sampai kering. Batu bata yang sudah kering kemudian disusun menyerupai bangunan yang tinggi kemudian dibakar dalam jangka waktu yang cukup lama, kurang lebih selama 1 hari sampai batu terlihat hangus. Suhu api pada saat pembakaran dapat mencapai 1000 derajat Celcius. Dalam pembakaran batu bata biasa menggunakan rumput atau sekam yang akan membuat batu bata memilki lubang-lubang kecil menyerupai pori-pori. Salah satu ciri dari batu bata konvensional adalah bentuk yang tidak selalu sama, tidak rapi dan bertekstur kasar. Ini dapat dipahami karena pembuatan batu bata konvensional menggunakan alat-alat yang sederhana dan lebih mengutamakan sumber daya manusia dalam pembuatannya.
Batu bata ini dibuat dengan cara tradisional dan menggunakan alat-alat yang sederhana. Tanah liat atau tanah lempung yang telah dibersihkan, diberi sedikit air dan selanjutnya dicetak menjadi bentuk kotak-kotak. Cetakan batu bata biasanya terbuat dari kayu yang secara sederhana dibuat menjadi kotak.
Adonan yang telah dicetak, dikeluarkan dan dijemur di bawah matahari sampai kering. Batu bata yang sudah kering kemudian disusun menyerupai bangunan yang tinggi kemudian dibakar dalam jangka waktu yang cukup lama, kurang lebih selama 1 hari sampai batu terlihat hangus. Suhu api pada saat pembakaran dapat mencapai 1000 derajat Celcius. Dalam pembakaran batu bata biasa menggunakan rumput atau sekam yang akan membuat batu bata memilki lubang-lubang kecil menyerupai pori-pori.
Salah satu ciri dari batu bata konvensional adalah bentuk yang tidak selalu sama, tidak rapi dan bertekstur kasar. Ini dapat dipahami karena pembuatan batu bata konvensional menggunakan alat-alat yang sederhana dan lebih mengutamakan sumber daya manusia dalam pembuatannya.
  • Batu bata pres

Pembuatan batu-bata ini menggunakan bantuan mesin-mesin. Hasilnya adalah batu-bata yang memiliki tekstur halus, memiliki ukuran yang sama dan terlihat lebih rapi.
Pembuatan batu-bata ini menggunakan bantuan mesin-mesin. Hasilnya adalah batu-bata yang memiliki tekstur halus, memiliki ukuran yang sama dan terlihat lebih rapi.
Memilih batu bata sebagai bahan pembuat tembok memang cukup beralasan. Hal ini dikarenakan batu bata memiliki keunggulan, di antaranya:
·  Murah
Tanah liat yang merupakan bahan utama batu bata mudah didapat dan persediaannya cukup banyak di negara kita. Ini menyebabkan harga batu bata cukup murah.
Tanah liat yang merupakan bahan utama batu bata mudah didapat dan persediaannya cukup banyak di negara kita. Ini menyebabkan harga batu bata cukup murah.

·  Mudah didapat

Selain karena bahan baku yang mudah didapat. Batu bata juga mudah dibuat, hanya membutuhkan alat-alat sederhana dan modal yang kecil sehingga banyak masyarakat yang dapat membuatnya. Persediaan batu bata menjadi mudah diperoleh.

Selain karena bahan baku yang mudah didapat. Batu bata juga mudah dibuat, hanya membutuhkan alat-alat sederhana dan modal yang kecil sehingga banyak masyarakat yang dapat membuatnya. Persediaan batu bata menjadi mudah diperoleh.

·  Warna yang unik

Warna oranye yang menjadi cirri khas batu bata menjadi daya tarik sendiri. Pemilik rumah adakalanya sengaja tidak menutup batu bata dengan semen dan cat, sebaliknya batu bata dibiarkan terekspos sehingga memberikan kesan alami pada rumah.

·  Kuat

Batu bata tahan terhadap cuaca panas, cuaca dingan dan udara lembab. Hal inilah yang diharapkan mampu diberikan tembok sebagai salah satu pelindung rumah.

·  Penolak panas yang baik

Karena sifatnya yang mampu menolak panas, batu bata sangat cocok untuk dijadikan tembok rumah. Batu bata mampu membuat di dalam rumah terasa dingin walau diluar rumah cuaca panas.

 

AAC HEBEL

Hebel bisa disebut sebagai Beton Ringan Aerasi Hebel (Autoclaved Aerated Concrete) yang mempunyai bahan baku utama terdiri dari pasir silika, kapur, semen, air, ditambah dengan suatu bahan pengembang. Kemudian dirawat dengan tekanan uap air. Beton Ringan Aerasi Hebel merupakan bahan bangunan yang ringan dengan kekuatan yang tinggi dan kemampuan insulasi yang sangat baik. Kekuatan material ini diperoleh dari proses perawatan dangan menggunakan uap air pada autoclave. Reaksi antara kapur dan pasir silika pada suhu sekitar 183ºC membentuk suatu subtansi baru yang disebut Tobermorite. Proses pengembangan menghasilkan pori-pori yang tak terhitung jumlahnya. Keseluruhan proses dan substansi yang dihasilkan memberikan karakteristik mekanikal dan fisik Beton Ringan Aerasi Hebel yang luar biasa.
Sejarah Hebel dimulai pada tahun 1943 di Jerman Barat, ketika seorang kontraktor bangunan bernama Joseph Hebel memutuskan untuk mengembangkan sistem bangunan yang lebih baik dengan biaya yang lebih ekonomis. Inovasi-inovasi brilian yang dilakukannya, seperti proses pemotongan dengan menggunakan kawat, membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi perkembangan produk ini.
Ia juga meletakkan dasar bagi pengembangan produk ini dari sekedar suatu bahan bangunan menjadi suatu Sistem Membangun yang menyeluruh dang lengkap. Blok, lintel dilengkapi dengan panel untuk lantai, atap, dan dindingtelah berhasil diaplikasikan dengan baik di proyek perumahan, proyek komersial dan industri. Kesuksesan Hebel di Jerman segera dilihat negara-negara lain. Pada tahun 1967 bekerja sama dengan Asahi Chemicals dibangun pabrik Hebel pertama di Jepang. Sampai saat ini Hebel telah berada di 29 negara dan merupakan produsen beton aerasi terbesar di dunia.


 

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com